Feeds:
Posts
Comments

Bisnis Tanpa Modal

Pingin bisnis tapi tak ada modal…?
===> Akh… Biasa…..
Pingin punya usaha tapi tak ada ketrampilan…?
===> ehm… Basi banget….
Pingin dapet duit tapi tak kerja?
===> uh… ada g ya…?
Pingin dapet dolar dan pingin banget…?
===> mimpi kali ye…!!!

Ya…mimpi kali ye… bisnis tanpa modal, tanpa ketrampilan, trus dapet dollar… emang lottre… weeekkkkksss

Continue Reading »

Sumber: www.AnneAhira.com

Polisi adalah mitra masyarakat. Itulah slogan Bhayangkara yang didengungkan. Jika disederhanakan, polisi masyarakat berarti ‘polisi milik masyakarat’. Apakah sudah betul? Apakah tidak sebaliknya, slogan itu justru berarti masyarakat polisi (masyarakat dikuasai polisi)? Mari kita renungkan.

Seorang polisi bukan anggota tentara perang yang berdiri di muka dan berhadapan dengan musuh. Ia adalah seorang anggota tentara keamanan di tengah-tengah rakyat berhadapan dengan saudara-saudaranya sebangsa dan berkewajiban memelihara keamanan.

Jika perlu, ia harus mengembalikan ketentraman yang terganggu, kadang-kadang dengan kekerasan. Bahkan, boleh jadi terpaksa bersiap dan bersedia untuk mengorbankan jiwanya untuk keselamatan masyarakat.

Tentara perang wajib memusnahkan segala kekuatan musuh yang menyerbu, sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, tentara keamanan menjaga jangan sampai menimbulkan korban lebih banyak.

Jika terpaksa ada korban jiwa, harus sesedikit mungkin. Sungguh memang amat berat kewajiban seorang polisi daripada kewajiban seorang angkatan perang.

Sebagai pemelihara tertib dan damainya masyarakat, seorang polisi harus tahu dan insyaf tentang segala hal yang dalam hidup dan penghidupan rakyat pada umumnya dianggap hal-hal kesukaran, perselisihan, dan pertikaian.

Seorang polisi, dalam hal ini jangan semata-mata berpikir subjektif, yakni hanya mementingkan pertimbangan-pertimbangan dan rasanya sendiri. Apalagi, mengukur segala kejadian, pelanggaran, dan kejahatan dengan ukurannya sendiri.

Pemberitaan di media massa semarak oleh isu makelar kasus (markus) dan mafia hukum. Lebih dari delapan petinggi lembaga penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan resmi ditetapkan menjadi tersangka.

Kasusnya korupsi, suap, gratifikasi senilai miliaran bahkan triliunan rupiah. Contohnya, perkara suap petinggi Polri terkait markus PNS Dirjen Pajak Gayus Tambunan yang fenomenal.

Belum lagi, soal penyalahgunaan kebijakan dalam kasus dugaan mafia kehutanan yang melibatkan dua petinggi di Kabareskrim Mabes Polri. Begitukah potret Pak Polisi sesungguhnya? Berapa jenderal lagi yang antri menyandang gelar markus?

Kasus kerusuhan, misalnya. Korban tiga tewas dan puluhan luka berat. Apakah bukan karena Pak Polisi yang terlalu berdiam diri? Dalam keterangannya, Kepala Satpol PP, saat hari eksekusi, meminta pengawalan dari pihak kepolisian. Namun, tak cukup mendapat perhatian.

Hingga semua terlambat. Tindakan kasar oknum Satpol PP pun tak ubah menyulut amarah warga. Rusuh, kekerasan, amukan, korban berjatuhan, tumpah bak peperangan tapi sedarah. Ke manakah ‘tentara keamanan’?

Seorang polisi wajib mementingkan segala apa yang hidup dalam pikiran dan perasaan rakyat di tiap desa, daerah, dan kota. Juga dalam mengukur berat-ringannya kesalahan orang, tidak interpretasi pribadi. Ia juga wajib mementingkan adat istiadat di tiap-tiap tempat.

Dengan begitu, ia dapat bertindak adil sebab keadilan itu tidak hanya bergantung pada ujung laku kesalahan formil, tetapi banyak bergantung pada pertimbangan-pertimbangan dan perasaan-perasaan orang-orang yang melakukan kesalahan materiil.

Ki Hadjar Dewantara dalam satu tulisan Bayangkara (1948), mengatakan bahwa polisi perlu mengetahui adat istiadat masyarakat. Seperti yang terkandung dalam pepatah “Senjari bumi, sedumuk batuk, dilakoni taker pati.”

Peribahasa ini menunjukkan kepada kita bahwa segala persoalan, perselisihan, atau pertikaian yang mengenai perebutan tanah dan yang berhubungan dengan kesusilaan itu umumnya dianggap perkara besar.

Orang Eropa menganggap pelecehan terhadap perempuan adalah persoalan kecil. Bahkan, mencium istri orang lain, misalnya. Kesalahan itu oleh hakim hanya dikenakan denda beberapa rupiah. Tentu saja, ini dianggap aneh sekali oleh rakyat Indonesia dan tampak sebagai pengadilan yang tidak adil.

Begitu pula sikap polisi terhadap perkara perebutan tanah, hendaknya di mata rakyat tampak sebagai sikap yang istimewa. Jangan sampai seorang polisi dalam perkara itu kelihatan bersikap masa bodoh. Sudah tentu Pak Lurah atau Hakim yang mengurus perkaranya, tetapi dari pihak Pak Polisi harus terlihat sikap mementingkan kepentingan rakyat agar rakyat menaruh kepercayaan kepadanya.

Seorang polisi harus mengerti tentang beberapa adat istiadat yang hidup dalam masyarakat agar dianggap sebagai penjaga dan pemelihara keamanan dan ditaati dalam segala sikapnya sehingga Pak Polisi akan dianggap satu keluarga dengan rakyat.

Alangkah mulianya bila rasa bersatu itu dapat menimbulkan rasa cinta kasih antara rakyat dan polisi. Kalau rasa cinta itu sudah ada, tak akan perlu seorang polisi bertindak keras.

Sumber: www.AnneAhira.com

Peluang usaha yang dapat menghasilkan income tambahan, cukup banyak. Salah satunya adalah bisnis atau usaha rumahan. Usaha rumahan adalah jenis usaha yang banyak dilakukan para pebisnis pemula. Usaha rumahan dapat dijadikan usaha sampingan atau usaha utama. Di antara jenis usaha rumahan salah satunya adalah bisnis roti dan kue.

Usaha roti dan kue memang sudah banyak bermunculan. Kini, roti tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi digunakan sebagai hidangan pada acara-acara tertentu atau sebagai hidangan pelengkap minum kopi atau teh. Akhir-akhir ini, tingkat konsumsi masyarakat akan roti dan kue cenderung meningkat. Hal ini patut diperhitungkan sebagai lahan usaha yang berprospek cerah.

Memulai Usaha Roti dan Kue

Usaha roti memang cocok disandingkan dengan usaha kue karena bahan-bahan pokok yang digunakan sama. Anda dapat memulai usaha roti lebih dahulu atau usaha kue dahulu. Bahkan, kedua jenis usaha itu dapat Anda lakukan sekaligus. Untuk memulai usaha roti dan kue, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

1. Modal

Untuk memulai usaha roti dan kue, seseorang harus memiliki modal. Di samping semangat, kerja keras, dan kemauan yang kuat, dana awal untuk membeli bahan baku dan peralatan harus disiapkan. Untuk pemula, modal awal yang dikeluarkan jangan terlalu besar. Mulailah membuka usaha roti dan kue dengan skala kecil.

2. Bahan Baku dan Peralatan

Peralatan dan bahan baku yang diperlukan disesuaikan dengan kapasitas jumlah roti atau kue yang akan diproduksi. Untuk usaha rumahan skala kecil, mulailah dengan memproduksi roti atau kue dengan jumlah kecil. Hal ini dilakukan sebagai tahap uji coba.

3. Tenaga Kerja

Usaha membuat roti akan lebih baik jika Anda sendiri hobi atau senang dalam membuat roti atau kue. Namun, jika tidak pandai membuat roti atau kue, Anda dapat bekerja sama dengan orang lain yang memiliki keterampilan membuat roti atau kue. Soal pembayaran atau upah, bergantung pada Anda. Untuk skala rumahan dua atau tiga orang tenaga kerja sudah mencukupi.

4. Nama Usaha dan Pemasaran

Walaupun usaha roti dan kue ini berskala kecil, nama dagang atau merek usaha patut diperhitungkan agar mudah dalam pemasaran. Beri nama usaha rumahan Anda dengan nama atau merek yang mudah diingat dan familiar.

Setelah itu, lakukan survei pasar untuk melakukan promosi dan pemasaran. Sebagai pemula dibidang usaha ini, Anda dapat melakukan promosi kepada tetangga, teman, atau kenalan Anda.

Promosi dapat dilakukan dengan membuat brosur atau selebaran-selebaran yang ditempel atau dibagi-bagikan. Promosikan produk Anda ke perumahan-perumahan atau perkantoran terdekat.

Jika perlu, Anda dapat membuat sampel roti atau kue untuk dibagikan secara gratis sebagai promosi. Kemudian, minta pendapat mereka setelah mencicipi roti atau kue buatan Anda. Dari promosi ini, Anda dapat menentukan langkah usaha selanjutnya.

5. Harga Jual

Untuk pemula, Anda dapat menentukan harga produk roti dan kue yang dijual mengikuti harga pasaran. Namun, untuk menarik pelanggan, Anda dapat menurunkan sedikit harga di bawah harga pasar. Setelah pembeli dan pelanggan banyak, harga produk dapat dinaikkan ke harga pasaran atau sedikit lebih tinggi disesuaikan dengan penggunaan bahan baku.

Seputar Bisnis Roti dan Kue

Jika usaha roti sudah berjalan, Anda jangan bersantai dahulu. Pengawasan mutu dan pengelolaan manajemen harus tetap dikontrol agar hasilnya maksimal. Di samping itu, Anda dapat mengembangkan usaha roti dan kue dengan membuka toko atau outlet-outlet di tempat strategis.

Jika memiliki modal besar, Anda dapat menggabungkan usaha roti dan kue dengan jenis usaha lain. Salah satu jenis usaha itu adalah usaha kafe. Roti dan kue sangat cocok disandingkan dengan usaha kafe.

Selamat berbisnis!

Sumber: www.AnneAhira.com

Dunia industri makanan merupakan peluang usaha yang mempunyai sangat luas bagi kehidupan. Hal ini karena kehidupan tidak dapat melepaskan diri dari makanan. Anda tidak dapat mengindahkan peranan makanan bagi kehidupan ini. Anda dapat hidup karena dapat asupan makanan. Jika tidak dapat makanan, maka kehidupan Anda akan pincang dan sulit.

Hidup dan makanan tidak dapat dipisahkan. Ada dua kondisi yang tercipta terkait dengan hidup dan makan, yaitu hidup untuk makan ataukah makan untuk hidup?  Anda dapat menentukan hal tersebut dari pola kehidupan seseorang.

Namun, setidaknya yang diketahui adalah Anda hidup karena mengkonsumsi makanan. Sedikit yang berpikiran untuk menekuni dunia industri makanan sebagai sumber income kehidupan.

Peluang usaha yang dapat menjadi mata pencaharian untuk menutup kebutuhan hidup memang sangat beragam. Anda dapat melakukan banyak hal untuk menghidupi kehidupan ini. Semua tergantung kreativitas Anda dalam menghadapi kehidupan yang semakin ketat tingkat persaingannya. Salah satunya adalah industri makanan ringan.


Home Industri yang Menjanjikan

Semua berasal dari kecil! Begitu nasehat yang selalu terdengar setiap kali Anda ingin terjun dalam dunia usaha. Nasehat ini memang sangat tepat. Bahwa dalam kehidupan memang selalu diawali dari kondisi kecil dahulu, terus berkembang dan akhirnya menjadi besar. Begitu juga halnya dengan industri makanan ringan yang ingin Anda geluti.

Untuk itu, maka Anda mengawali usaha dari rumah. Anda dapat menerapkan semua konsep usaha berbasis rumah. Setiap kegiatan produksi dilakukan di rumah. Tentunya untuk awal kegiatan, Anda memberdayakan semua tenaga yang ada di keluarga. Hal ini merupakan penerapan konsep ekonomis dalam industri makanan. Begitu juga halnya dengan pemasarannya.

Dengan berbasiskan rumah, maka Anda mencoba melibatkan semua anggota keluarga untuk mendukung kegiatan industri ini. Tentunya, Anda membagi tugas utama dan tugas bersama pada setiap personil. Industri makanan ini adalah usaha keluarga, maka semua harus terlibat aktif.

Sebagai usaha keluarga, maka industri makanan ini sangat memungkinkan untuk berkembang. Tentunya Anda perlu kebersamaan dalam menjalankan usaha ini jika ingin keberhasilan maksimal. Tanpa kebersamaan, maka usaha ini tentunya mengalami kesulitan yang besar sebab home industri ini berskala kecil dengan modal kecil.


Modal Kecil Bukan Masalah

Setiap usaha membutuhkan modal. Modal ini dapat berupa finansial atau sarana prasarana bahkan sumber daya manusia. Tiga modal dasar ini harus dimiliki agar usaha yang Anda tekuni dapat berjalan sebagaimana harapan.

Salah satu modal tidak ada, maka terganggulah perjalanan usaha Anda. Jika usaha yang dijalankan adalah industri makanan, maka sungguh sangat membahayakan bagi kelangsungan usaha.

Produk Anda adalah makanan yang sangat rentan atas kerusakannya. Makanan tidak tahan lama sehingga pada saat memproduksi selain memperhitungkan kuantitasnya, Anda juga harus memperhitungkan kualitas secara teliti.

Arti kualitas dalam hal ini terutama pada kemampuan makanan bertahan dalam batasan waktu yang relatif lama. Anda bergerak pada industri makanan, maka harus memperhitungkan masalah waktu layak konsumsi makanan tersebut.

Modal untuk menjalankan usaha industri makanan ini memang sangat relatif. Anda tidak dapat memastikan berapa jumlah dana yang harus dikucurkan untuk usaha ini sebab sangat bervariasi. Ada industri makanan dengan dana yang besar, tetapi tidak sedikit yang bermodal kecil. Dan, yang Anda bahas dalam hal ini adalah industri makanan dengan modal kecil.

Untuk menjalankan industri makanan dalam skala kecil, modal yang dipakai sangat kecil. Anda dapat menjalankan usaha dengan modal kecil tanpa kesulitan. Semua itu tergantung pada tingkat kreativitas dalam menjalani usaha tersebut.


Menitipkan Produk di Warung-Warung Masyarakat

Manusia dan makanan tidak dapat dipisahkan satu terhadap lainnya. Dimana ada manusia, maka di tempat tersebut harus ada makanan. Hal ini karena makan telah dijadikan sebagai kebutuhan primer bagi manusia.

Orang boleh tidak mempunyai rumah, tetapi tidak makan merupakan sesuatu yang sangat tidak dapat diterima tubuh. Oleh karena itulah, maka industri makanan di negeri ini dapat tumbuh subur.

Namun, permasalahan lain yang muncul adalah bagaimana Anda memasarkan produk industri makanan yang dikelola secara home industri ini? Jika  jual sendiri  tentunya kecepatan laku kurang memuaskan. Untuk hal tersebut, maka Anda dapat mengambil langkah dengan menitipkan makanan ke warung-warung atau toko-toko yang ada di sekitar tempat Anda.

Dengan sistem menitipkan barang produk ke warung atau toko, maka wilayah jual Anda menjadi semakin luas. Dan, ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi masa depan. Selamanya industri makanan tidak pernah berhenti berproduksi.

Sumber: www.AnneAhira.com

Anda termasuk orang yang pandai bergaul dan memiliki jaringan luas ? Kenapa tidak mencoba menjalankan bisnis percetakan. Bisnis cetak mencetak termasuk jenis bisnis yang bisa dijalankan semua orang. Anda tidak perlu memiliki mesin cetak untuk dapat menjalankan bisnis ini. Apalagi margin keuntungannya juga tidak bisa dibilang kecil.

Selain itu, perkembangan bisnis cetakan juga semakin menarik. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa cetak juga terus meningkat. Dari kalangan perkantoran, perusahaan swasta, sekolah, organisasi sosial, partai politik, maupun perorangan banyak membutuhkan layanan jasa ini. Dari mencetak buku, poster, kertas-kertas adminsitrasi, hingga kop surat membutuhkan jasa cetak.


Menjembatani

Kalau Anda pernah menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa percetakan ini, ada yang menarik dari bisnis ini. Hal ini terutama menyangkut mata rantai bisnis yang terlibat didalamnya yang ternyata cukup panjang.

Untuk memproduksi atau melayani pesanan percetakan, ada banyak pihak yang terlibat didalamnya. Mereka adalah pemilik mesin cetak, penjual kertas, dan tenaga desainer grafis yang melayani pembuatan grafis atau tulisan yang akan dicetak.

Nah, kalau Anda tidak berada pada salah satu posisi pada mata rantai itu padahal Anda ingin terjun ke bisnis itu, tidak perlu cemas. Perankan saja posisi Anda sebagai tenaga marketing freelance atau makelar dari jasa ini.

Tugasnya, ya tidak lain kecuali sebagai perantara yang menjembatani dan mempertemukan konsumen dengan tiga pihak pada mata rantai bisnis cetak tersebut. Gampang kan !

Bahkan bila Anda juga tidak mempunyai modal padahal Anda ingin terjun ke dunia bisnis, ini tentu saja merupakan peluang yang cukup prospektif. Banyak pengusaha atau pelaku bisnis yang bergerak di bidang cetak mencetak tidak mempunyai mesin cetak, dan juga mengawalinya tidak dengan modal yang cukup. Yang penting Anda bisa mencari dan mendapatkan order, kemudian tinggal menyerahkan soal cetak mencetak ke perusahaan percetakan.


Pembagian Order

Order atau pesanan cetakan biasanya datang dari sekedar keinginan dari konsumen. Contohnya saja konsumen perorangan yang ingin membuat poster untuk kampanye pemilu. Mereka umumnya juga belum mempunyai gambaran tentang desain atau layoutnya, atau bahkan kata-kata yang perlu dibuat pun belum ada.

Apabila Anda mendapatkan pesanan semacam ini, sebaiknya jangan ditolak. Inilah kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Anda tinggal membagi order itu ke jaringan yang Anda miliki dalam mata rantai bisnis cetakan itu.

Banyak desainer grafis yang memberikan layanan secara personal. Anda bisa memesan dan membayar jasanya. Begitu juga tidak sedikit pemilik mesin cetak yang tidak menyediakan jenis kertas yang variatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Nah, Anda bisa mengatasinya dengan mencarinya sendiri kertas yang diinginkan konsumen. Banyak toko alat tulis yang menjual kertas ukuran plano ataupun double folio untuk kebutuhan cetakan. 

Dengan memperhitungkan harga pembelian kertas, jasa desain grafis, dan biaya cetak, Anda bisa menentukan tarif untuk sebuah order atau pesanan cetakan. Coba bandingkan dengan pesaing lainnya, Anda tentu akan melihat peluang yang cukup prospektif dari bisnis ini.

Apalagi kalau Anda pandai masuk ke perkantoran, perusahaan, ataupun dunia kampus, layanan jasa ini seakan tak pernah berhenti. Jadi, manfaatkan jaringan Anda untuk menjalankan bisnis percetakan.

Sumber: www.AnneAhira.com

Anda termasuk orang yang pandai bergaul dan memiliki jaringan luas ? Kenapa tidak mencoba menjalankan bisnis percetakan. Bisnis cetak mencetak termasuk jenis bisnis yang bisa dijalankan semua orang. Anda tidak perlu memiliki mesin cetak untuk dapat menjalankan bisnis ini. Apalagi margin keuntungannya juga tidak bisa dibilang kecil.

Selain itu, perkembangan bisnis cetakan juga semakin menarik. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa cetak juga terus meningkat. Dari kalangan perkantoran, perusahaan swasta, sekolah, organisasi sosial, partai politik, maupun perorangan banyak membutuhkan layanan jasa ini. Dari mencetak buku, poster, kertas-kertas adminsitrasi, hingga kop surat membutuhkan jasa cetak.


Menjembatani

Kalau Anda pernah menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa percetakan ini, ada yang menarik dari bisnis ini. Hal ini terutama menyangkut mata rantai bisnis yang terlibat didalamnya yang ternyata cukup panjang.

Untuk memproduksi atau melayani pesanan percetakan, ada banyak pihak yang terlibat didalamnya. Mereka adalah pemilik mesin cetak, penjual kertas, dan tenaga desainer grafis yang melayani pembuatan grafis atau tulisan yang akan dicetak.

Nah, kalau Anda tidak berada pada salah satu posisi pada mata rantai itu padahal Anda ingin terjun ke bisnis itu, tidak perlu cemas. Perankan saja posisi Anda sebagai tenaga marketing freelance atau makelar dari jasa ini.

Tugasnya, ya tidak lain kecuali sebagai perantara yang menjembatani dan mempertemukan konsumen dengan tiga pihak pada mata rantai bisnis cetak tersebut. Gampang kan !

Bahkan bila Anda juga tidak mempunyai modal padahal Anda ingin terjun ke dunia bisnis, ini tentu saja merupakan peluang yang cukup prospektif. Banyak pengusaha atau pelaku bisnis yang bergerak di bidang cetak mencetak tidak mempunyai mesin cetak, dan juga mengawalinya tidak dengan modal yang cukup. Yang penting Anda bisa mencari dan mendapatkan order, kemudian tinggal menyerahkan soal cetak mencetak ke perusahaan percetakan.


Pembagian Order

Order atau pesanan cetakan biasanya datang dari sekedar keinginan dari konsumen. Contohnya saja konsumen perorangan yang ingin membuat poster untuk kampanye pemilu. Mereka umumnya juga belum mempunyai gambaran tentang desain atau layoutnya, atau bahkan kata-kata yang perlu dibuat pun belum ada.

Apabila Anda mendapatkan pesanan semacam ini, sebaiknya jangan ditolak. Inilah kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Anda tinggal membagi order itu ke jaringan yang Anda miliki dalam mata rantai bisnis cetakan itu.

Banyak desainer grafis yang memberikan layanan secara personal. Anda bisa memesan dan membayar jasanya. Begitu juga tidak sedikit pemilik mesin cetak yang tidak menyediakan jenis kertas yang variatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Nah, Anda bisa mengatasinya dengan mencarinya sendiri kertas yang diinginkan konsumen. Banyak toko alat tulis yang menjual kertas ukuran plano ataupun double folio untuk kebutuhan cetakan. 

Dengan memperhitungkan harga pembelian kertas, jasa desain grafis, dan biaya cetak, Anda bisa menentukan tarif untuk sebuah order atau pesanan cetakan. Coba bandingkan dengan pesaing lainnya, Anda tentu akan melihat peluang yang cukup prospektif dari bisnis ini.

Apalagi kalau Anda pandai masuk ke perkantoran, perusahaan, ataupun dunia kampus, layanan jasa ini seakan tak pernah berhenti. Jadi, manfaatkan jaringan Anda untuk menjalankan bisnis percetakan.

Sumber: www.AnneAhira.com

Perkembangan teknologi telah menghasilkan berbagai jenis mesin cetak dengan begitu pesat. Hal inilah yang mendorong pertumbuhan bisnis percetakan juga sangat pesat.

Namun karena tingginya permintaan masyarakat terhadap jasa percetakan seakan tak akan pernah membuat bisnis ini jenuh, meski jumlah pelaku bisnis ini sudah sangat banyak.

Akibat perkembangan mesin cetak yang sangat cepat, sistim cetak model sablon pun jadi semakin tertinggal dan tak lagi diperhatikan orang. Bahkan teknik sablon pun sudah banyak ditinggalkan pengusaha percetakan yang sebelumnya banyak menggunakan teknik sablon. Mereka lebih memilih menggunakan mesin yang mampu melayani order dalam jumlah besar dan dengan sangat cepat.

Masih Bertahan

Meskipun sablon sudah ditinggalkan, namun masih ada sejumlah pelaku bisnis yang menggunakan jasa cetak manual ini. Teknik ini umumnya dilakukan para pelaku bisnis skala kecil. Selain ordernya tidak begitu besar, usaha jenis ini umumnya dilakukan dari rumah. Meskipun skala usahanya termasuk kecil, namun jasa percetakan sablon tak mudah mati. Ada saja order yang masuk dan dikerjakan.

Dibandingkan usaha percetakan yang menggunakan mesin besar, baik mesin offset toko maupun offset digital, usaha sablon relatif menyasar segmen perorangan yang terbatas. Apalagi teknik pengerjaannya yang bersifat manual dan harus dilakukan satu per satu, sehingga tidak mungkin bersaing dengan usaha percetakan yang besar. Namun justru inilah keunggulan usaha sablon.

Jaringan Pasar

Bagi Anda yang berminat dan berniat membuka usaha jasa percetakan sablon, berikut tips yang perlu diperhatikan agar sukses dan berhasil.

  • Pilih segmen pasar skala terbatas dan perorangan. Jangan coba-coba memasuki level menengah karena persaingan usaha percetakan di level itu sudah terlalu sengit. Apalagi kalau Anda hanya bermodal mesin sablon.
  • Buat keunggulan kompetitif, misalnya dengan standar tarif yang lebih rendah dari pesaing Anda. Anda juga bisa meningkatkan kualitas hasil cetakan, seperti dengan meningkatkan ketelitian maupun kualitas desain yang Anda kerjakan.
  • Kalau Anda jago dalam desain itu lebih baik. Namun kalau tidak bisa, angkat saja seorang desainer untuk membantu mendesain order yang masuk. Kalau keuangan usaha Anda terbatas dan tidak mampu membayar gajinya, ajak kerja sama dengan cara model fee berdasarkan order yang masuk. Jadi tidak saling tergantung.
  • Perluas jaringan pemasaran Anda, seperti ajak kerja sama orang yang mempunyai usaha yang bergerak di bidang organiser pernikahan, katering, ataupun dekorasi pengantin. Order cetak undangan pengantin lumayan besar kalau mau digarap dengan serius.
  • Berikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen Anda. Kelemahan yang sering ditemukan pada usaha percetakan adalah tidak disiplin dalam tenggat waktu cetak. Bahkan tak jarang waktu selesai cetak molor jauh dari yang disepakati tanpa merasa bersalah. Kalau Anda mampu memberikan layanan yang terbaik untuk konsumen, kesuksesan dari jasa percetakan sablon sudah menanti Anda.

Sumber: www.AnneAhira.com

Usaha di bidang percetakan semakin hari semakin banyak yang menggelutinya. Meski demikian, usaha ini tidak pernah ada matinya. Masih tetap menjanjikan untuk mendatangkan keuntungan yang lumayan. Kenapa bisa demikian?. Karena meski pelaku usaha percetakan makin bertambah banyak, namun konsumen yang membutuhkan jasa ini juga makin berjibun jumlahnya.

Bahkan, angkanya bisa melebihi kapasitas produksi dari jumlah usaha percetakan yang ada. Tidak mengherankan bila kita membuat sesuatu yang perlu dicetak,  perlu mengantri lebih dulu. Melihat fenomena tersebut, maka bisa dikatakan bahwa peluang usaha percetakan tetap bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan.

Memulai Usaha Percetakan

Untuk memulai suatu usaha, pasti dibutuhkan trik-trik tertentu agar usaha tersebut bisa berjalan dan mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Demikian pula dengan usaha percetakan. Meski peluang usaha percetakan masih terbuka lebar, namun untuk mengawalinya tetap dibutuhkan suatu cara agar kita bisa mendatangkan keuntungan  Diantaranya adalah :

1.    Pahami proses percetakan secara lengkap

Ini mutlak perlu diketahui oleh setiap pelaku usaha percetakan. Karena dari sinilah, Anda bisa mengetahui cara melakukan efisiensi produksi baik dari segi waktu dan tenaga serta bahan produksi. Memang, untuk mempelajari hal ini bagi sebagian orang bisa sulit dan butuh proses yang lama. Karena di toko buku juga jarang didapat buku yang mengulas hal ini.

Namun jangan takut, selama masih ada kemauan pasti ada jalan. Masalah ini bisa diakali. Yaitu dengan cara melakukan magang di sebuah perusahaan percetakan dulu. Jangan sungkan untuk menjadi karyawan sebelum menjadi bos. Karena dari sini kita bisa mengetahui secara langsung proses produksi usaha percetakan. Dan di sinilah letak kelebihannya, kita bisa praktek langsung, bukan sekedar teori saja.

2.    Dapatkan info sebanyak-banyak tentang semua hal yang berhubungan dengan mesin dan bahan-bahan produksi.

Misalnya di mana tempat menjual kertas yang murah. Ini perlu diperhatikan, karena jenis-jenis kertas itu banyak sekali. Mungkin di toko A menjual lebih murah kertas HVS, namun untuk kertas yang lain harganya lebih mahal. Sedang di toko B justru kebalikannya. Jadi Anda tidak boleh hanya belanja di satu toko kertas saja. Demikian pula halnya dengan tinta untuk mencetak kertas, tempat servis mesin dan alat-alat serta keperluan produksi lainnya.

3.    Jangan langsung membeli semua peralatan percetakan.

Karena peralatan untuk proses itu banyak sekali jenisnya. Sebaiknya tunggu dulu beberapa waktu setelah usaha percetakan dibuka. Bila sudah berjalan, maka akan bisa diketahui, peralatan apa saja yang mendesak untuk dibeli dan mana yang bisa ditunda dulu.

Tujuan dari strategi ini adalah untuk menghemat biaya investasi. Jadi misalnya Anda membeli suatu peralatan yang mahal, namun dalam perjalanan usaha ternyata alat tersebut jarang bahkan tidak pernah digunakan. Ini menjadi suatu pemborosan yang sama sekali tidak menguntungkan, karena dana untuk membeli alat tersebut sebenarnya bisa dialihkan untuk membeli barang keperluan lain yang lebih penting.

4.    Jalin kerjasama dengan perusahaan percetakan lain.

Jangan takut melakukan hal ini. Bentuk kerjasama apapun bila diniati dengan tujuan yang baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Bahkan kalau perlu, jalin komunikasi yang akrab dengan perusahaan dimana Anda melakukan magang atau ketika masih menjadi karyawan dulu.

Contoh bentuk kerja sama yang kongkret adalah begini, suatu saat perusahaan Anda kebanjiran order sehingga merasa kewalahan untuk menyelesaikan semua pesanan. Untuk mengatasinya, oper saja sebagian pekerjaan pada perusahaan percetakan yang lain, maka keuntungannya bisa dibagi-bagi.

Demikian pula bila yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika sepi order, maka Anda bisa minta pekerjaan pada perusahaan percetakan lain. Maka usaha Anda tetap bisa berjalan dan penghasilan tetap masuk tanpa kekurangan.

Semoga info ini bermanfat. Selamat menjalankan usaha percetakan. Semoga sukses!